Bermula dari status Facebook Reksa yang mengkritik kedisiplinan gurunya disekolah yang kerap datang terlambat.
"Siswa terlambat dihukum, kalau guru datang lambat tidak masalah," begitu kutipan status Facebook Reksa
Akibatnya, Reksa dikeluarkan dari sekolahnya SMA Negeri Bungaraya. Sudiwarto, orangtua Reksa, mengaku bahwa sekolah telah memberhentikan anaknya karena status di Facebook yang dinilai menohok institusi pendidikan itu.
"Pihak sekolah memberhentikan anak saya karena mereka merasa malu dengan status yang dibuat oleh siswanya di Facebook. Ia diberhentikan, kemudian dipindahkan ke sekolah lain. Kalau status yang dibuat di Facebook itu salah, seharusnya sekolah mendidiknya dengan baik, bukan lantas memberhentikan." ujar Sudiwarto
Sudiwarto alias Totok menilai, pihak sekolah tidak melibatkan pihak orang tua dalam memberi sanksi kepada anaknya, pihak sekolah juga dinilai memberhentikan anaknya dari sekolah tanpa pemberitahuan sebelumnya.