Secara medis, dokter mengatakan bayi 'ajaib' itu terlahir cacat dan anggota badan 'yang lebih' itu berasal dari anggota badan kembarannya yang telah mati dan menempel di tubuhnya saat masih di kandungan. Kondisi seperti ini disebut sebagai kembar parasit dalam dunia medis.
Namun berbeda dengan penduduk Baruipur, mereka datang berbondong-bondong kerumah orang tua si bayi untuk melihat langsung dan memanjatkan do'a karena mereka menganggap bayi itu sebagai 'titisan Dewa Brahma' yang dikirimkan kepada mereka.